oleh

Bahaya BPA Bukan Hoax…….!

Jakarta, GELIATEKONOMI.Com — ROSO Daras menegaskan, bahaya BPA itu bukan Hoax.

“Siapa yang berani menjamin dan bertanggung jawab, jika Bayi, Balita dan Janin yang dicekoki air dari Galon yang mengandung BPA akan aman-aman saja,” ungkapnya.

Bahaya terpapar BPA dapat mengakibatkan terganggunya hormonal, perkembangan organ tubuh dan perilaku, serta gangguan kanker di kemudian hari.

“Dasarnya adalah hasil penelitian para ahli di Bidang Kesehatan. Peringatan tentang bahaya BPA bukan hanya isapan jempol belaka,” ujar Roso.

Di sebagian besar Negara maju telah melarang penggunaan BPA. Tahun 2008 misalnya, Kanada menempatkan larangan terbatas penggunaan BPA, serta mengklasifikasikannya sebagai Zat Beracun.

Geliat Terkait  Dana Untuk Vaksin Covid-19 Sebesar Rp.20 Miliar, Telah Dianggarkan Pemkab Bandung………!

Tahun 2010 berdasarkan The Law 2010 – 729 of June 2010, Pemerintah Perancis, melarang kemasan minuman Botol Bayi yang mengandung BPA diproduksi di Impor, di Ekspor dan penempatannya di pasaran.

Selanjutnya terjadi amandemen di tahun 2012 (Law No. 2012 – 1442 of 24 December 2012) yang memperluas ruang lingkup pelarangan mencakup semua kemasan, wadah, atau perkakas yang mengandung BPA.

Tahun 2015, dilakukan Amandemen kembali dengan Constitutional Council Decision No.2015 – 480 QPC of September 2015 yang memperkuat pelarangan BPA untuk seluruh kemasan pangan yang kontak langsung dengan Pangan.

Geliat Terkait  Sudah Ngerti Kah, Anda Arti Logo Di Masker Ini……!

“Asia, termasuk Indonesia juga telah melarang penggunaan kemasan Polikarbonat yang mengandung BPA. Yang secara langsung bersentuhan dengan Wadah atau Tempat Makanan yang dipergunakan untuk Konsumsi Bayi, contohnya Botol Susu Bayi dan Balita,” terang Roso.

Tahun 2010, BPOM mengeluarkan Leaflet mengenai keamanan Botol Susu Bayi. Dan di tahun 2014, BPOM mengeluarkan peraturan mengenai Kemasan Pangan dan mengatur mengenai Migrasi BPA pada kemasan Plastik Polikarbonat.

“Tapi kenapa peraturan ini direvisi kembali di tahun 2019. Harusnya maju bukan mundur, ” ujar Roso.

Geliat Terkait  Menteri Hukum Dan HAM, Melakukan Pertemuan Virtual Dengan Pengurus Pusat PWI Dan Panitia Hari Pers Nasional Tahun 2021…….!

Masih menurut penjelasan Roso, tahun 2013, Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia. Melakukan suatu kajian Sitematis Dampak Pajanan Bisphenol A (BPA) terhadap Sistem Reproduksi dan Perkembangan Manusia. Kesimpulan yang dapat diambil dalam kajian itu adalah BPA berdampak buruk terhadap Organ Feproduksi Manusia.

Tentang bahaya BPA sudah jelas. Botol susu bayi pun tidak boleh menggunakan bahan mengandung BPA. Pertanyaannya kenapa di Galon Guna Ulang masih ada toleransi BPA bagi Bayi dan Janin pada Ibu Hamil. Padahal semestinya tetap Free BPA,” ujarnya. (Eddie Karsito).

Komentar