oleh

Angkot Ngadigi. Pembayaran Angkutan Umum Dengan Digital Payment bank bjb. Transaksi Menggunakan bjb Digicash Dan QR Payment bjb Digi…….!

Sumedang, GELIATEKONOMI.Com — DIMASA Pandemi Covid-19 ini, banyak perubahan yang terjadi pada kehidupan di dunia. Perubahan tersebut terjadi pada berbagai sisi kehidupan salasatu dampak yang paling terlihat yaitu dari sisi perekomian dari mulai Bisnis, cara bertransaksi dan perubahan perilaku masyarakat dalam bertransportasi.

Masyarakat mulai beradaptasi dengan era “New Normal” dimana kehidupan yang dijalankan dimasa pandemi. s
Seperti ini agar masyarakat dapat beraktivitas secara normal namun tetap perlu memperhatikan protokoler kesehatan. Begitupula dari sisi cara pembayaran, perlu adanya adaptasi perubahan dari sisi cara pembayaran.

Geliat Terkait  Adanya Pelonggaran PPKM, Dapat Mendorong Geliat Ekonomi Lebih Maksimal……..!

Bank bjb bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Sumedang dan Dinas Perhubungan. Untuk mendukung gerakan Cashless Society dan dalam rangka memudahkan pembayaran transportasi umum yaitu Angkot dan Tampomas, sebagai wujud implementasi atas dukungan gerakan Cashless Society maka dilaksanakannya program “Angkot NgaDIGI”.

Angkot NgaDIGI merupakan program dimana para pengguna transportasi umum akan menikmati kemudahan pembayaran tanpa harus bersentuhan dan membawa uang tunai, dimana transaksi dilakukan secara digital melalui scan QRIS bank bjb menggunakan bjb Digicash atau uang elektronik lainnya atau QR Payment bjb DIGI.

Geliat Terkait  Benang Gelasan Untuk "Layangan Aduan" Joksyn, Special Tournament Di Masa Covid-19……..!

Dengan adanya program Angkot NgaDIGI ini diharapkan dapat mempromosikan Kabupaten Sumedang. Selain itu meningkatkan kepedulian masyarakat dalam menerapkan pembayaran secara non tunai dan dapat meningkatkan kesejahteraan para supir angkutan umum.

Tunggu apa lagi……?

Ayo jangan takut naik kendaraan umum, pembayaran #gapakeribet dengan menggunakan QRIS dan QR Payment dari bank bjb #digitalinaja. (Ris).

Geliat Terkait  Menghabiskan Anggaran Miliaran Rupiah, Pembangunan Gedung Pusat Kebudayaan, Hasilnya Seperti "Kandang Burung Merpati"……..!

Komentar